SMA Taufiqur Rahman
SUMENEP media.smata — SMA Taufiqur Rahman terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui program khusus kitabiyah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rapat pengembangan metode cepat membaca kitab kuning menggunakan metode Al-Miftah lil Ulum Sidogiri yang berlangsung di kantor SMA Taufiqur Rahman, Sabtu (10/10/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Taufiqur Rahman, K. Baidlawi, Kepala SMA Taufiqur Rahman, Hendri, serta seluruh guru pembina kitabiyah. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mematangkan pelaksanaan program sekaligus memperkuat koordinasi antara pihak yayasan, sekolah, dan para pembina.
Program khusus kitabiyah ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif kepada peserta didik yang memiliki minat dan potensi dalam bidang keilmuan Islam. Melalui metode Al-Miftah lil Ulum Sidogiri, peserta didik diharapkan mampu mempelajari dasar-dasar membaca kitab kuning secara sistematis, bertahap, dan terarah.
Pendidikan yang Mengembangkan Potensi Setiap Anak
Kepala SMA Taufiqur Rahman, Hendri, menempatkan pengembangan program kitabiyah sebagai bagian dari visi pendidikan yang memberikan ruang kepada setiap peserta didik untuk tumbuh sesuai dengan minat dan potensinya.
"Tugas pendidikan bukan menjadikan semua anak sama, melainkan membantu setiap anak menemukan dan mengembangkan potensi terbaik yang ada dalam dirinya. Melalui program khusus kitabiyah ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta didik yang memiliki minat dalam bidang keilmuan Islam untuk mendalaminya secara lebih terarah. Kami berharap mereka tidak hanya mampu membaca kitab kuning melalui metode Al-Miftah lil Ulum Sidogiri, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai ilmu, memiliki karakter yang baik, dan mampu mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari."
Menurutnya, pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik yang seragam. Setiap peserta didik memiliki karakteristik, kecenderungan, dan potensi yang berbeda sehingga membutuhkan ruang pengembangan yang sesuai.
Prinsip tersebut sejalan dengan semangat pendidikan yang memanusiakan manusia. Sekolah berperan mendampingi peserta didik agar mampu mengenali kekuatan dirinya, mengembangkan kemampuan secara optimal, dan membangun keunggulan melalui proses pendidikan yang bermakna.
Program kitabiyah menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, khususnya bagi peserta didik yang ingin memperdalam tradisi keilmuan Islam melalui pembelajaran kitab kuning.
Dukungan Yayasan untuk Memperkuat Tradisi Keilmuan Islam
Kehadiran Ketua Yayasan Taufiqur Rahman, K. Baidlawi, dalam rapat tersebut menandai pentingnya sinergi antara yayasan dan satuan pendidikan dalam mengembangkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik.
Dalam konteks pengembangan program ini, dukungan yayasan diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pembinaan kitabiyah, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, maupun evaluasi.
"Pendidikan bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga bagaimana kita menemukan, mendampingi, dan mengembangkan potensi setiap anak. Program kitabiyah ini diharapkan menjadi salah satu jalan bagi peserta didik untuk memperdalam ilmu agama sekaligus membangun kemampuan yang bermanfaat bagi masa depan mereka."
Penguatan program kitabiyah membutuhkan komitmen bersama agar proses pembelajaran tidak berhenti sebagai kegiatan tambahan, melainkan berkembang menjadi program pembinaan yang terarah dan berkesinambungan.
Sinergi Guru Pembina Menjadi Kunci Keberhasilan
Rapat yang melibatkan seluruh guru pembina kitabiyah juga menjadi ruang koordinasi untuk menyamakan visi dan memperkuat kesiapan pelaksanaan program.
Keberhasilan pembelajaran kitab kuning tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga oleh konsistensi pendampingan, kesiapan tenaga pembina, dan evaluasi perkembangan peserta didik secara berkala.
Metode Al-Miftah lil Ulum Sidogiri diharapkan membantu peserta didik memahami dasar-dasar membaca kitab kuning melalui tahapan pembelajaran yang terstruktur. Dengan pendampingan yang tepat, peserta didik diharapkan memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan pembelajaran ke tingkat yang lebih mendalam.
Karena itu, koordinasi antarguru pembina menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan tujuan program dan kebutuhan peserta didik.
Membangun Generasi Berilmu dan Berkarakter
Pengembangan program khusus kitabiyah merupakan bagian dari upaya SMA Taufiqur Rahman memperluas kesempatan belajar sekaligus membangun keunggulan peserta didik di bidang yang diminati.
Penguasaan kitab kuning memiliki arti penting dalam tradisi keilmuan Islam. Selain memperkuat kemampuan memahami teks-teks keislaman, pembelajaran ini juga diharapkan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu agama, kedisiplinan belajar, serta semangat untuk terus memperdalam pengetahuan.
Melalui rapat program khusus ini, SMA Taufiqur Rahman menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, pendampingan yang konsisten, dan kolaborasi seluruh unsur pendidikan.
Dengan sinergi antara yayasan, sekolah, dan guru pembina, program metode cepat membaca kitab kuning melalui Al-Miftah lil Ulum Sidogiri diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kompetensi keagamaan yang kuat.
Bagi SMA Taufiqur Rahman, pendidikan bukan sekadar mengantarkan peserta didik mencapai prestasi akademik, melainkan juga membuka ruang agar setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan menemukan potensi terbaiknya.
SMA Taufiqur Rahman — Mengembangkan Potensi, Menguatkan Tradisi Keilmuan, dan Menyiapkan Generasi Berprestasi.
Terima kasih telah membaca informasi dari SMA Taufiqur Rahman.